Sabtu, 01 Desember 2018

"METODE PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR'AN (TILAWAH)"

Assalammualikum Wr.Wb semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah swt. Senin, 5 November 2018 , bertepatan dengan jadwal mata kuliah Studi Al-Qur’an yang diampu oleh Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan Ibu Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I serta Ibu Baiti Rahmawati, S.Sos selaku asisten Dosen, kami dari kelas E4 Ilmu Komunikasi sangat beruntung karena mendapat kesempatan untuk belajar tentang Tilawati. Pemateri langsung didatangkan dari Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya. Alamatnya di Jl. Ketintang Timur PTTV-B. Kami dibimbing oleh 3 orang pemateri yang sangat luar biasa yaitu Bpk. Drs. H. Ali muaffa, Bpk. Hari Susandi, S.Ag, dan Bpk. Toha Mahsun, S.Ag.

 Di zaman yang bisa di katakan zaman akhir, sudah banyak orang-orang yang mulai tidak tertarik untuk mempelajari alqur’an, dengan alasan sulitnya memahami Al-Qur'an. Sebenarnya, yang membuat sulit itu bukanlah belajar membaca alqur’an, tetapi metode pembelajaran yang digunakan tidak efektif dan kurang menarik, bahkan membuat kita semakin malas belajar Al-Qur'an. salah satu metode mudah dan praktis adalah Tilawati. Dalam Tilawati terdapat 2 metode yaitu Klasikal dan Baca Simak. Metode Klasikal adalah membaca yang dilakukan secara bersama-sama. Misal seorang guru pembimbing membacakannya lalu siswa-siswa mengikutinya, jika menggunakan metode ini akan lebih mudah, tetapi apabila ada yang salah tidak begitu terlihat. Sedangkan metode Baca Simak adalah metode membaca yang dilakukan secara bergantian satu per satu dan yang membaca harus menyimak. Menurut saya, metode ini cukup efektif karena apabila kita membacanya ada yang salah, bisa ketahuan dan langsung dibenahi. Salah satu unsur yang digunakan dalam metode pembelajaran Tilawati adalah dengan menggunakan lagu yang biasa disebut lagu "Ross". lagu Ross dipilih karena lagu Ross adalah lagu yang paling dasar dan paling sederhana. Al-Qur'an itu indah dan akan lebih indah jika dibacakan dengan lagu yang indah. 

Dijelaskan pula dalam artikel karangan dosen pengampu mata kuliah Studi Al-Qur'an dan juga merupakan salah satu Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag di http://www.terapishalatbahagia.net. Artikel yang berjudul “SOUND HEALING, SEMBUHKAN DENGAN AL QUR’AN” beliau menuliskan ulasan sebagai berikut: Jika musik tanpa energi ilahiah bisa memberikan penyembuhan, maka ayat-ayat Al Qur’an pasti lebih dahsyat pengaruhnya, sebab setiap huruf yang masuk ke dalam telinga mengandung minimal sepuluh energi positif. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab suci Allah, maka dia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh. Aku tidak menghitung alif lam mim satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi).


Dari kutipan diatas kita tahu bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. yang dijadikan sebagai pedoman manusia. Sekarang, jika kita tidak mempelajari Al-Qur'an, apa yang akan kita jadikan pedoman dalam hidup kita. Saya masih ingat saat salah satu pemateri pembelajaran Tilawati berkata: "disini saya akan mengajak anda menjadi orang yang sangat luar biasa, orang yang paling baik"  kata Drs. Ali Muaffa, salah satu Pengarang kitab tilawah. Apa maksud dari perkataan beliau? kita bisa tahu dari firman Allah dibawah ini:


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Paling baiknya kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Disini saya menyimpulkan bahwa, mempelajari Al-Qur'an tidaklah sulit dan mengajarkannyapun jika menggunakan metode yang tepat akan lebih mudah. dan yang kita dapat dari belajar dan mengajarkan Al-Qur'an adalah kita di catat oleh Allah sebagai mahluk yang paling baik.
Mungkin seperti itu yang bisa saya sampaikan di artikel kali ini. jika ada argumen yang salah, saya mohon maaf. Karena sesungguhnya, kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. 
"Your Future is Created by What You Do Today, Not Tomorrow!". Sekian dari saya, Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar