Sebelum masuk ke pembahasan, saya ingin memberi tahu, apa sih LPPIQ? nah, LPPIQ adalah sebuah lemaga yang mengajarkan metode cepat dan mudah dalam menerjemahkan Al-Qur'an. Lembaga yang terletak di Jl. Karah Taman Asri I No. 30, Surabaya ini berdiri tahun 1993 dan didirikan oleh Prof. KH. Roem Rowi MA. Tujuan dibentuknya LPPIQ adalah agar masyarakat dapat mempelajari Al-Qur'an dengan mudah. Terlebih lagi untuk masyarakat yang bukan merupakan lulusan dari Pondok Pesantren.
Al-Qur’an adalah firman Allah yang berbentuk mukjizat terhebat yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW, sebagai dasar, sumber nilai yang paling utama,sebagai hidayah untuk membimbing umat manusia demi mencapai kesuksesan dan ketentraman dalam hidupnya. Ia juga sebagai Al-Furqon (pembeda) antara yang haq dan yang bathil dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
Bapak Anshori salah satu pemateri, melontarkan satu pertanyaan pada kami. beliau bertanya: "saat kalian sedang berkendara, dan di pinggir jalan kalian melihat papan yang bergambar huruf P di silang, kalian mengerti makna dan maksudnya tidak?". Dengan tegas kami semua menjawab: "mengerti pak, itu adalah simbol dilarang parkir!". kemudian, beliau bertanya lagi: "Saat kalian membaca Al-Qur'an, contohnya Al-Fatihah lah..kalian mengerti maksud dan maknanya tidak?". tiba-tiba suasana hening, tidak ada dari kami yang menjawab. Kemudian beliau berkata: "Bagaimana bisa kalian tidak mengetahui maksud dari Al-Qur'an yang sejatinya adalah pedoman kalian, petunjuk kalian. Apakah petunjuk buatan manusia, lebih mudah di pahami daripada petunjuk buatan Allah?"
Jawabannya ada di Al-Qur'an Surat Al-Qamar [54]: 17 yang artinya: "Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah yang mau mengambil pelajaran?". Bahkan Allah mengulang ayat tersebut sebanyak empat kali di surat yang sama, yaitu ayat 17, 22, 32, dan 40. Sekarang, apa sih tujuan Allah mengulang ayat tersebut?. saya menemukan jawabannya di salah satu blog Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus dosen pengampu Mata Kuliah Studi Al-Qur'an Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, yaitu:
Masih banyak lagi pengulangan ayat dalam satu surat atau beberapa surat yang berbeda. dalam pengulangan itu kadangkala dengan redaksi yang sama dan kadang dengan redaksi yang sedikit berbeda. orang yang tidak beriman atau tidak cerdas akan bertanya sinis, "Apakah Allah kekurangan bahan, sehingga Dia harus mengulang-ngulang ayat?" atau "Betapa tidak sistematisnya Al-Qur'an!" Sedangkan orang beriman dan cerdas akan mengucapkan Subhanallah, kagum atas keindahan penyusunan pesan Al-Qur'an. Sekali saja sebuah ayat disebut dalam Al-Qur'an pastilah menunjukkan pentingnya pesan di dalamnya, apalagi disebut berkali-kali. Untuk lebih lengkapnya, teman-teman bisa akses di http://www.terapishalatbahagia.net )
Bapak Anshori memaparkan 2 poin dari ayat-ayat yang diulang tersebut yaitu; (1)Allah menyatakan bahwa Al-Qur'an mudah dipelajari, (2)Adakah yang "mau" mempelajari. Jadi inti persoalan disini yaitu "Siapakah yang mau mempelajari Al-Qur'an?". Untuk mengetahui maksud dari Al-Qur'an, kita harus mengetahui terjemahan dari Al-Qur'an. pak Anshori memaparkan kepada kami megenai rahasia kosakata dalam Al-Qur'an, di dalam Al-Qur'an terdapat lebih dari 110.000 kosakata dan 79% kosakata di dalamnya adalah kosakata yang diulang-ulang (menurut hitungan LPPIQ). Dapat kita lihat juga dalam surat Ar-Rahman yang mengulang 31 kali ayat yang berbunyi: "Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Juga dalam QS. Al-Fatihah yang mengulang kata "Ar-rahman dan Ar-Rahim" dan masih banyak lagi. Bapak Ansori memaparkan kepada kami mengenai sistematika penulisan mushaf Al-Qur'an. Bahwa dalam juz 1 terdapat 3.680 kosakata dan 2.520 kosakata didalamnya adalah kosakata yang diulang. Berikut gambarannya :
Dari gambar tersebut kita bisa melihat bahwa surat Al-Baqarah menjadi surat yang paling banyak terdapat kosakata yang diulang-ulang. Dari sini kita mendapatkan kuncinya yaitu bila ingin lancar membaca dan menerjemahkan Al-Qur'an maka terlebih dahulu harus lancar membaca dan menerjemahkan surat Al-Baqarah,awal pembelajaran tidak langsung surat Al-Baqarah, bapak anshori mencoba menggunakan surat Al-Fatihah. Disini kami di ajak menerjemahkan bersama-sama sambil di suruh beberapa anak untuk menerjemahkan surat yang masih dalam bimbingan pak Anshori, cara belajarnya adalah memahami maksud dan arti dari beberapa kalimat yang sekiranya sukar dipahami lalu dihafalkan dan dicoba berkali-kali. Bahkan pak Anshori bilang bahwa jika kita mau dan menggunakan metode ini, dalam waktu beberapa bulan saja kita bisa langsung menerjemahkan surat Al Baqarah.
Yang dapat saya simpulkan dari masalah diatas, bahwa sesungguhnya memahami maksud dari Al-Qur'an itu tidak sulit, tetapi tergantung kita mau apa tidak untuk menerjemahkan dan memahami maksud dari Al-Qur'an itu sendiri. Tentunya pasti ada metode untuk memudahkan kita belajar menerjemahkan Al-Qur'an.
Mungkin seperti itu yang bisa saya sampaikan di artikel kali ini. jika
ada argumen yang salah, saya mohon maaf. Karena sesungguhnya,
kesempurnaan itu hanya milik Allah semata.
"Your Future is Created by What You Do Today, Not Tomorrow!". Sekian dari saya, Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.





