Minggu, 02 Desember 2018

"Menerjemah Al-Qur'an itu Mudah"

Assalammualikum Wr.Wb semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah swt. Senin, 12 November 2018 , bertepatan dengan jadwal mata kuliah Studi Al-Qur’an yang diampu oleh Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan Ibu Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I serta Ibu Baiti Rahmawati, S.Sos selaku asisten Dosen, kami dari kelas E4 Ilmu Komunikasi sekali lagi sangat beruntung karena mendapat kesempatan untuk belajar tentang "Terjemah Al-Qur'an. Pematerinya langsung dari Tim Penerjemah Al-Qur’an yang sudah terkenal di surabaya. Yakni Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an yang biasa di kenal dengan sebutan "LPPIQ".

Sebelum masuk ke pembahasan, saya ingin memberi tahu, apa sih LPPIQ? nah, LPPIQ adalah sebuah lemaga yang mengajarkan metode cepat dan mudah dalam menerjemahkan Al-Qur'an. Lembaga yang terletak di Jl. Karah Taman Asri I No. 30, Surabaya ini berdiri tahun 1993 dan didirikan oleh Prof. KH. Roem Rowi MA. Tujuan dibentuknya LPPIQ adalah agar masyarakat dapat mempelajari Al-Qur'an dengan mudah. Terlebih lagi untuk masyarakat yang bukan merupakan lulusan dari Pondok Pesantren.
 
 Al-Qur’an adalah firman Allah yang berbentuk mukjizat terhebat yang diberikan kepada nabi Muhammad SAW, sebagai dasar, sumber nilai yang paling utama,sebagai hidayah untuk membimbing umat manusia demi mencapai kesuksesan dan ketentraman dalam hidupnya. Ia juga sebagai Al-Furqon (pembeda) antara yang haq dan yang bathil dan penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
Bapak Anshori salah satu pemateri, melontarkan satu pertanyaan pada kami. beliau bertanya: "saat kalian sedang berkendara, dan di pinggir jalan kalian melihat papan yang bergambar huruf P di silang, kalian mengerti makna dan maksudnya tidak?". Dengan tegas kami semua menjawab: "mengerti pak, itu adalah simbol dilarang parkir!". kemudian, beliau bertanya lagi: "Saat kalian membaca Al-Qur'an, contohnya Al-Fatihah lah..kalian mengerti maksud dan maknanya tidak?". tiba-tiba suasana hening, tidak ada dari kami yang menjawab. Kemudian beliau berkata: "Bagaimana bisa kalian tidak mengetahui maksud dari Al-Qur'an yang sejatinya adalah pedoman kalian, petunjuk kalian. Apakah petunjuk buatan manusia, lebih mudah di pahami daripada petunjuk buatan Allah?" 

Jawabannya ada di Al-Qur'an Surat Al-Qamar [54]: 17 yang artinya: "Dan sungguh telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah yang mau mengambil pelajaran?". Bahkan Allah mengulang ayat tersebut sebanyak empat kali di surat yang sama, yaitu ayat 17, 22, 32, dan 40. Sekarang, apa sih tujuan Allah mengulang ayat tersebut?.  saya menemukan jawabannya di salah satu blog Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya sekaligus dosen pengampu Mata Kuliah Studi Al-Qur'an  Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, yaitu:
 Masih banyak lagi pengulangan ayat dalam satu surat atau beberapa surat yang berbeda. dalam pengulangan itu kadangkala dengan redaksi yang sama dan kadang dengan redaksi yang sedikit berbeda. orang yang tidak beriman atau tidak cerdas akan bertanya sinis, "Apakah Allah kekurangan bahan, sehingga Dia harus mengulang-ngulang ayat?" atau "Betapa tidak sistematisnya Al-Qur'an!" Sedangkan orang beriman dan cerdas akan mengucapkan Subhanallah, kagum atas keindahan penyusunan pesan Al-Qur'an. Sekali saja sebuah ayat disebut dalam Al-Qur'an pastilah menunjukkan pentingnya pesan di dalamnya, apalagi disebut berkali-kali. Untuk lebih lengkapnya, teman-teman bisa akses di http://www.terapishalatbahagia.net )

Bapak Anshori memaparkan 2 poin dari ayat-ayat yang diulang tersebut yaitu; (1)Allah menyatakan bahwa Al-Qur'an mudah dipelajari, (2)Adakah yang "mau" mempelajari. Jadi inti persoalan disini yaitu "Siapakah yang mau mempelajari Al-Qur'an?". Untuk mengetahui maksud dari Al-Qur'an, kita harus mengetahui terjemahan dari Al-Qur'an. pak Anshori memaparkan kepada kami megenai rahasia kosakata dalam Al-Qur'an, di dalam Al-Qur'an terdapat lebih dari 110.000 kosakata dan 79% kosakata di dalamnya adalah kosakata yang diulang-ulang (menurut hitungan LPPIQ). Dapat kita lihat juga dalam surat Ar-Rahman yang mengulang 31 kali ayat yang berbunyi: "Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?". Juga dalam QS. Al-Fatihah yang mengulang kata "Ar-rahman dan Ar-Rahim" dan masih banyak lagi. Bapak Ansori memaparkan kepada kami mengenai sistematika penulisan mushaf Al-Qur'an. Bahwa dalam juz 1 terdapat 3.680 kosakata dan 2.520 kosakata didalamnya adalah kosakata yang diulang. Berikut gambarannya :





Dari gambar tersebut kita bisa melihat bahwa surat Al-Baqarah menjadi surat yang paling banyak terdapat kosakata yang diulang-ulang. Dari sini kita mendapatkan kuncinya yaitu bila ingin lancar membaca dan menerjemahkan Al-Qur'an maka terlebih dahulu harus lancar membaca dan menerjemahkan surat Al-Baqarah,awal pembelajaran tidak langsung surat Al-Baqarah, bapak anshori mencoba menggunakan surat Al-Fatihah. Disini kami di ajak menerjemahkan bersama-sama sambil di suruh beberapa anak untuk menerjemahkan surat yang masih dalam bimbingan pak Anshori, cara belajarnya adalah memahami maksud dan arti dari beberapa kalimat yang sekiranya sukar dipahami lalu dihafalkan dan dicoba berkali-kali. Bahkan pak Anshori bilang bahwa jika kita mau dan menggunakan metode ini, dalam waktu beberapa bulan saja kita bisa langsung menerjemahkan surat Al Baqarah.



Yang dapat saya simpulkan dari masalah diatas, bahwa sesungguhnya memahami maksud dari Al-Qur'an itu tidak sulit, tetapi tergantung kita mau apa tidak untuk menerjemahkan dan memahami maksud dari Al-Qur'an itu sendiri. Tentunya pasti ada metode untuk memudahkan kita belajar menerjemahkan Al-Qur'an.

Mungkin seperti itu yang bisa saya sampaikan di artikel kali ini. jika ada argumen yang salah, saya mohon maaf. Karena sesungguhnya, kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. 
"Your Future is Created by What You Do Today, Not Tomorrow!". Sekian dari saya, Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.

Sabtu, 01 Desember 2018

"METODE PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR'AN (TILAWAH)"

Assalammualikum Wr.Wb semoga kita semua tetap dalam lindungan Allah swt. Senin, 5 November 2018 , bertepatan dengan jadwal mata kuliah Studi Al-Qur’an yang diampu oleh Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag dan Ibu Ati’ Nursyafa’ah, M.Kom.I serta Ibu Baiti Rahmawati, S.Sos selaku asisten Dosen, kami dari kelas E4 Ilmu Komunikasi sangat beruntung karena mendapat kesempatan untuk belajar tentang Tilawati. Pemateri langsung didatangkan dari Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya. Alamatnya di Jl. Ketintang Timur PTTV-B. Kami dibimbing oleh 3 orang pemateri yang sangat luar biasa yaitu Bpk. Drs. H. Ali muaffa, Bpk. Hari Susandi, S.Ag, dan Bpk. Toha Mahsun, S.Ag.

 Di zaman yang bisa di katakan zaman akhir, sudah banyak orang-orang yang mulai tidak tertarik untuk mempelajari alqur’an, dengan alasan sulitnya memahami Al-Qur'an. Sebenarnya, yang membuat sulit itu bukanlah belajar membaca alqur’an, tetapi metode pembelajaran yang digunakan tidak efektif dan kurang menarik, bahkan membuat kita semakin malas belajar Al-Qur'an. salah satu metode mudah dan praktis adalah Tilawati. Dalam Tilawati terdapat 2 metode yaitu Klasikal dan Baca Simak. Metode Klasikal adalah membaca yang dilakukan secara bersama-sama. Misal seorang guru pembimbing membacakannya lalu siswa-siswa mengikutinya, jika menggunakan metode ini akan lebih mudah, tetapi apabila ada yang salah tidak begitu terlihat. Sedangkan metode Baca Simak adalah metode membaca yang dilakukan secara bergantian satu per satu dan yang membaca harus menyimak. Menurut saya, metode ini cukup efektif karena apabila kita membacanya ada yang salah, bisa ketahuan dan langsung dibenahi. Salah satu unsur yang digunakan dalam metode pembelajaran Tilawati adalah dengan menggunakan lagu yang biasa disebut lagu "Ross". lagu Ross dipilih karena lagu Ross adalah lagu yang paling dasar dan paling sederhana. Al-Qur'an itu indah dan akan lebih indah jika dibacakan dengan lagu yang indah. 

Dijelaskan pula dalam artikel karangan dosen pengampu mata kuliah Studi Al-Qur'an dan juga merupakan salah satu Guru Besar di UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu Bpk. Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag di http://www.terapishalatbahagia.net. Artikel yang berjudul “SOUND HEALING, SEMBUHKAN DENGAN AL QUR’AN” beliau menuliskan ulasan sebagai berikut: Jika musik tanpa energi ilahiah bisa memberikan penyembuhan, maka ayat-ayat Al Qur’an pasti lebih dahsyat pengaruhnya, sebab setiap huruf yang masuk ke dalam telinga mengandung minimal sepuluh energi positif. Nabi SAW bersabda, “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab suci Allah, maka dia mendapat satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat sepuluh. Aku tidak menghitung alif lam mim satu huruf, melainkan alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf” (HR. At Tirmidzi).


Dari kutipan diatas kita tahu bahwa Al-Qur'an adalah mukjizat terbesar yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. yang dijadikan sebagai pedoman manusia. Sekarang, jika kita tidak mempelajari Al-Qur'an, apa yang akan kita jadikan pedoman dalam hidup kita. Saya masih ingat saat salah satu pemateri pembelajaran Tilawati berkata: "disini saya akan mengajak anda menjadi orang yang sangat luar biasa, orang yang paling baik"  kata Drs. Ali Muaffa, salah satu Pengarang kitab tilawah. Apa maksud dari perkataan beliau? kita bisa tahu dari firman Allah dibawah ini:


خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .
“Paling baiknya kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.”
Disini saya menyimpulkan bahwa, mempelajari Al-Qur'an tidaklah sulit dan mengajarkannyapun jika menggunakan metode yang tepat akan lebih mudah. dan yang kita dapat dari belajar dan mengajarkan Al-Qur'an adalah kita di catat oleh Allah sebagai mahluk yang paling baik.
Mungkin seperti itu yang bisa saya sampaikan di artikel kali ini. jika ada argumen yang salah, saya mohon maaf. Karena sesungguhnya, kesempurnaan itu hanya milik Allah semata. 
"Your Future is Created by What You Do Today, Not Tomorrow!". Sekian dari saya, Wassalamu'alaikum, Wr. Wb.